Others

Adakah Kaitan antara Emosi dengan Video Promosi?

emotional marketing

Dalam suatu video promosi, Anda tidak hanya mengandalkan informasi seperti apa saja perbedaan SEO dan SEM sebagai clickbait agar orang tertarik. Di sisi lain, video promosi juga dapat menggunakan emosi. Maksudnya di sini adalah memasukkan unsur emosi atau jenis video yang berhasil mengunggah suatu emosi.

UGC dan Cerita

Strategy marketing menggunakan emosi ini masuk dalam UGC atau user generated content baik jenis tulisan, video, suara ataupun foto. UGC itu sendiri sudah terbukti efektif. Bahkan dari penelitian yang dilakukan di tahun  2017 menunjukkan jika 97& pembeli online dengan rentang usia 18-30 tahun mengatakan UGC berpengaruh pada keputusan beli.

UGC bahkan lebih berpengaruh daripada email marketing, mesin pencari, media sosial, iklan bergambar dan juga sms blast. Artinya, jika Anda menggunakan video UGC, Anda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menarik pelanggan.

Dalam UGC, konsumen lebih menyukai suatu cerita yang otentik atau yang dibuat dan dituturkan oleh orang lain dan bukan dari perusahaan. ENtah itu narasi yang dibuat oleh perusahaan atau dari orang tersebut.

Dengan bercerita, seseorang akan merasa tertarik dan kemudian dapat diingat dengan lebih mudah. Hal ini bisa dijadikan salah satu strategi marketing. Misalnya, seorang pelanggan diminta untuk bercerita mengenai produk atau hal menarik terkait dengan brand Anda.

Kiat Meningkatkan Emotional Marketing

Walaupun bercerita memiliki efek yang powerfull, namun, sebelum menggunakan Emotional marketing misalnya dalam UGC maka Anda harus tahu lebih dahulu mengenai psikologis marketing. Dengan begitu, Anda tahu mana jenis video mana untuk tujuan marketing tertentu.

emotional marketing
emotional marketing

Berikut ini merupakan jenis emosional ikan dan efek atau akibatnya:

  1. Rasa senang memicu orang untuk lebih banyak share. Hal ini disebabkan karena rasa senang dapat memicu suatu kesenangan tersendiri bagi orang yang melihatnya. Karena hal tersebut, penonton tersebut juga cenderung terdorong untuk sharing hal yang membahagiakan tersebut. Jadi, jika konten Anda memicu atau ada unsur kesenangannya dan akhirnya dibagikan banyak orang, berarti video Anda berhasil.
  2. Konten yang menyedihkan lebih banyak diklik. Orang akan cenderung melakukan klik dan menyimpannya untuk dirinya sendiri jika melihat sesuatu yang sedih. Jadi, untuk konten ini, Anda bisa menggunakannya untuk awareness akan produk Anda ataupun video non komersial.
  3. Konten yang isinya menyebabkan rasa takut atau kaget mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Misalnya video yang isinya bom atau counting down diskon 90% akan segera berakhir. Bahkan konten yang menakutkan memiliki potensi viral yang  lebih cepat. Namun, dalam pembuatannya, Anda harus mempertimbangkan agar tidak terlalu kontroversial. Dengan begitu, orang tidak akan membenci brand Anda.
  4. Konten yang berisi tentang kemarahan atau rasa jijik cenderung membuat orang berkomentar. Walaupun begitu, jenis konten ini jarang dipergunakan karena efek jangka panjangnya. Misalnya dibenci dan ditinggalkan konsumen jika salah dalam penggunaan isi konten.

Jadi, ada korelasi antara emosi dengan video promosi ya. Anda bisa memanfaatkan emotional marketing tersebut untuk tujuan marketing sesuai yang Anda inginkan.